SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, kini tengah menggencarkan program “Aksi Bergizi” yang menyasar para remaja di berbagai sekolah sebagai langkah strategis untuk mencegah munculnya kasus tengkes (stunting) baru. Kegiatan yang dilaksanakan secara masif ini melibatkan kolaborasi lintas sektor guna memastikan edukasi kesehatan dan pemenuhan nutrisi dapat menjangkau generasi muda secara merata di seluruh wilayah Kutim.
Program ini berfokus pada pemberian tablet tambah darah serta sosialisasi pola makan sehat dengan gizi seimbang kepada para pelajar. Langkah intervensi sejak dini ini dinilai krusial mengingat kesehatan remaja putri saat ini sangat berpengaruh terhadap pencegahan stunting di masa depan. “Aksi Bergizi ini merupakan komitmen kita bersama untuk memutus rantai stunting sejak dini dengan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya asupan nutrisi yang tepat,” ujar salah satu perwakilan instansi terkait dalam kegiatan tersebut.
Melalui sinergi antar-lembaga dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkab Kutim optimistis prevalensi stunting di daerahnya dapat terus ditekan secara signifikan. Dengan menjadikan remaja sebagai agen perubahan, diharapkan kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat dapat tertanam kuat demi menciptakan generasi masa depan Kutai Timur yang lebih berkualitas dan bebas dari masalah gangguan pertumbuhan.

