SIGI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi ancaman banjir bandang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut baru-baru ini. Langkah mitigasi ini diambil setelah tim pemantau mengidentifikasi sedikitnya 24 titik longsoran di kawasan perbukitan Sigi yang berisiko menyumbat aliran sungai dan memicu bencana hidrometeorologi susulan saat hujan turun.
Material longsoran yang menumpuk di lereng-lereng bukit dikhawatirkan akan membentuk bendung alami yang sewaktu-waktu dapat jebol jika terdorong debit air yang tinggi. Pihak otoritas menekankan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan guna melindungi warga di pemukiman sepanjang bantaran sungai. “Ada potensi banjir bandang di wilayah terdampak gempa setelah ditemukan sedikitnya 24 titik longsoran di kawasan perbukitan Kabupaten Sigi,” tulis BNPB dalam keterangan resminya terkait situasi terkini di lapangan.
Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda perubahan drastis pada debit air sungai atau kondisi cuaca ekstrem. Koordinasi antara BNPB, BPBD, dan instansi terkait terus diperkuat guna memastikan langkah tanggap darurat dapat berjalan cepat dan efektif demi meminimalisir dampak risiko bencana di zona terdampak gempa tersebut.

