MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia dengan menyediakan 15 porsi makanan siap santap (ready to eat) selama puncak ibadah haji 1447 H atau tahun 2026 di Makkah. Langkah strategis ini diambil guna menjamin pemenuhan gizi serta kenyamanan jemaah melalui penyajian menu yang memiliki cita rasa khas Nusantara agar sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji, Jaenal Effendi, menyampaikan kepastian tersebut setelah melakukan rapat intensif bersama pihak penyedia layanan konsumsi terkait standarisasi kualitas makanan. Jaenal menegaskan bahwa pemilihan menu siap santap ini bertujuan untuk menjaga kualitas rasa tetap stabil meskipun dalam kondisi operasional yang padat. “Sebanyak 15 porsi makanan siap santap akan disediakan dengan cita rasa khas Nusantara,” ungkap Jaenal dalam keterangannya secara resmi.
Penyediaan makanan siap santap ini diharapkan dapat mempermudah proses distribusi logistik di tengah padatnya mobilitas jemaah saat puncak haji di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dengan persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari, Kemenhaj berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam ekosistem ekonomi haji demi kelancaran ibadah seluruh tamu Allah asal Indonesia di tanah suci.

