JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) kini tengah mendalami dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta yang menyeret tersangka Dadan beserta rekan-rekannya melalui berbagai modus penyimpangan anggaran yang terencana. Berdasarkan analisis dari pegiat antikorupsi TII, ICW, dan MBG Watch, kasus ini menunjukkan adanya pola keterlibatan pihak lain yang lebih luas, sehingga pengungkapan seluruh aktor di balik skandal proyek strategis ini menjadi desakan utama publik demi transparansi penggunaan uang negara.
Pegiat antikorupsi seperti Agus Sarwono (TII), Isnawati Hidayah (MBG Watch), dan Egi Primayogha (ICW) menyoroti bahwa konstruksi kasus ini melibatkan manipulasi pengadaan serta potensi pemotongan dana di tingkat implementasi. Pola yang ditemukan mengindikasikan bahwa praktik rasuah tersebut tidak mungkin dilakukan secara mandiri oleh para tersangka saat ini tanpa adanya dukungan atau koordinasi dengan pihak-pihak berpengaruh lainnya dalam ekosistem program tersebut.
Menanggapi lambatnya pengungkapan aktor intelektual, perwakilan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan pernyataan tegas terkait keberanian aparat penegak hukum. “Kalau Kejagung punya nyali, ungkap aktor lainnya yang terlibat dalam pusaran korupsi program MBG ini agar tidak berhenti di pelaku lapangan saja,” ujar Egi Primayogha saat memaparkan analisis pola keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Hingga saat ini, publik terus menunggu langkah konkret Kejagung dalam mengembangkan penyidikan lebih lanjut. Penuntasan kasus korupsi pada program Makan Bergizi Gratis menjadi ujian penting bagi integritas penegakan hukum nasional, mengingat program ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan alokasi anggaran negara yang sangat besar.

