JAKARTA – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) meminta jajaran Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk segera mempercepat proses pencairan serta pelaksanaan anggaran pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra untuk tahun anggaran 2026. Langkah strategis ini dilakukan di Jakarta sebagai upaya proaktif pemerintah dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang diprediksi akan meningkat seiring datangnya musim hujan mendatang.
Percepatan ini dipandang krusial agar perbaikan infrastruktur vital yang rusak dapat segera rampung sebelum cuaca ekstrem memperparah kondisi di lapangan. “Kami meminta seluruh K/L terkait untuk segera memproses administrasi agar dana pemulihan bisa segera terserap dan pembangunan fisik dapat diselesaikan tepat waktu guna melindungi masyarakat dari ancaman bencana susulan,” tegas perwakilan Satgas PRR dalam keterangan resminya.
Fokus utama dari alokasi dana tahun 2026 ini mencakup perbaikan akses jalan, jembatan, hingga normalisasi aliran sungai di berbagai titik rawan di Sumatra. Dengan percepatan realisasi anggaran, pemerintah berharap stabilitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah terdampak tetap terjaga, sekaligus meminimalisir potensi kerugian materiil akibat kerusakan infrastruktur yang lebih luas di masa depan.

