ACEH TENGAH – Tim Satgas Penanggulangan Risiko Rencana (PRR) mendesak percepatan pembangunan sekolah relokasi untuk SDN 10 dan SMPN 26 di Desa Reje Payung, Kabupaten Aceh Tengah, guna menjamin keamanan siswa di wilayah rawan bencana tersebut. Langkah tegas ini diambil setelah tim menemukan fakta di lapangan bahwa para pelajar masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam tenda darurat serta bertaruh nyawa menyeberangi sungai hanya dengan menggunakan tali untuk mencapai lokasi sekolah.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini menjadi perhatian serius bagi otoritas terkait karena mengancam keselamatan generasi muda di daerah pelosok. “Pembangunan sekolah relokasi di Desa Reje Payung ini harus segera dipercepat demi keselamatan dan kenyamanan belajar para siswa agar mereka tidak lagi belajar di tenda,” ujar perwakilan Tim Satgas PRR saat meninjau langsung kondisi para siswa di lokasi. Saat ini, personel TNI juga sedang berupaya mempercepat pembangunan jembatan gantung sebagai akses penyeberangan yang lebih layak bagi warga dan pelajar.
Upaya relokasi ini dipandang sebagai solusi permanen untuk menghindari risiko bencana alam yang kerap mengintai kawasan tersebut. Dengan percepatan pembangunan gedung sekolah yang baru dan akses jembatan yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di Reje Payung dapat kembali berjalan normal tanpa rasa was-was. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus bersinergi agar fasilitas publik ini dapat segera difungsikan dalam waktu dekat.

