CIANJUR – Tiga anak di bawah umur ditemukan tewas mengenaskan akibat aksi kekerasan brutal yang diduga dilakukan oleh orang-orang terdekat di wilayah Cianjur, Bekasi, dan Makassar dalam kurun waktu sepekan terakhir. Peristiwa pilu ini menjadi sorotan publik lantaran para korban kehilangan nyawa dengan cara yang sadis, bahkan dua di antaranya dilaporkan sempat mengalami pemerkosaan sebelum akhirnya tewas. Rentetan kasus ini memperlihatkan betapa tingginya risiko kekerasan domestik yang mengancam keselamatan anak di lingkungan yang seharusnya paling aman bagi mereka.
Fenomena ini sering dikaitkan dengan istilah filisida, yakni tindakan pembunuhan anak yang dilakukan oleh orang tua atau sosok terdekat. Menanggapi situasi darurat ini, pemerhati perlindungan anak mendesak adanya langkah preventif yang lebih nyata dari pemerintah dan masyarakat. “Kekerasan terhadap anak yang berujung pada kematian sering kali dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjadi pelindung, hal ini menunjukkan adanya gangguan psikososial yang serius dan perlunya pengawasan ketat di lingkungan keluarga,” ungkap seorang ahli menanggapi maraknya kasus tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian di tiga kota tersebut tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan keji para pelaku. Masyarakat diimbau untuk lebih peka dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kekerasan pada anak di lingkungan sekitar guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sistem perlindungan anak secara nasional.

