MINAB – Sebuah sekolah di kota Minab, Iran, hingga kini masih diselimuti duka mendalam setelah kehilangan 120 siswanya akibat serangan bom militer Amerika Serikat (AS) yang terjadi sekitar lima bulan lalu. Tragedi kemanusiaan yang mematikan ini menyisakan trauma berat bagi para pendidik dan orang tua murid yang harus menyaksikan kehancuran tempat belajar anak-anak mereka dalam sekejap mata akibat hantaman proyektil militer.
Kengerian peristiwa tersebut kembali mencuat saat tim BBC melakukan kunjungan langsung untuk melihat kondisi terkini dan mewawancarai penyintas di lokasi kejadian. Salah seorang ibu yang kehilangan buah hatinya mengungkapkan kepedihan hatinya dengan penuh emosi sambil mempertanyakan motif di balik serangan yang menyasar kawasan sekolah tersebut. “Apa kesalahan mereka hingga harus meregang nyawa dengan cara tragis seperti ini?” tuturnya dengan mata berkaca-kaca saat mengenang detik-detik peristiwa kelam itu.
Hingga saat ini, luka batin yang dirasakan warga Minab belum sepenuhnya pulih seiring dengan upaya masyarakat setempat untuk bangkit dari reruntuhan. Serangan yang menelan korban jiwa anak-anak dalam jumlah besar ini memicu kecaman luas di tingkat global dan menjadi pengingat pahit tentang dampak fatal operasi militer terhadap warga sipil serta fasilitas pendidikan di wilayah konflik.

