NEW YORK – Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, memicu ketegangan diplomatik setelah membentak seorang utusan khusus PBB dalam debat di Sidang Majelis Umum yang berlangsung di Markas PBB, New York, pada Jumat (19/6). Insiden tersebut terjadi saat Danon merasa tidak puas dengan jalannya diskusi terkait laporan konflik, hingga ia secara emosional berteriak meminta perwakilan PBB tersebut untuk tidak berbicara di hadapan forum internasional.
Ketegangan bermula ketika utusan khusus tersebut sedang menyampaikan pemaparan yang dianggap Danon menyudutkan pihak Israel. Suasana sidang yang semula kondusif mendadak riuh akibat interupsi keras dari sang dubes, yang menunjukkan rasa frustrasinya atas narasi yang disampaikan dalam agenda resmi tersebut. Aksi ini segera menjadi sorotan dunia karena dianggap melanggar etika diplomasi di podium tertinggi dunia.
Dalam rekaman sidang yang beredar, Danon tampak kehilangan kesabaran dan melontarkan perintah tegas untuk membungkam lawan bicaranya. “Anda diam! Saya yang berbicara di sini, jangan berani-berani menyela fakta yang sedang saya sampaikan kepada dunia,” ujar Danny Danon dengan nada tinggi saat sesi perdebatan memanas.
Insiden ini menambah panjang daftar konfrontasi antara diplomat Israel dengan badan-badan PBB di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Meski demikian, sidang tetap dilanjutkan setelah pimpinan rapat mencoba menenangkan situasi, sementara pihak PBB belum mengeluarkan sanksi atau pernyataan resmi terkait perilaku temperamental utusan Tel Aviv tersebut.

