MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilaporkan kian meluas hingga merembet ke kawasan Jemplang dan tepi Jalan Raya Malang-Lumajang pada hari ini. Peristiwa ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang yang membuat kobaran api dengan cepat melahap vegetasi kering di sepanjang lereng pegunungan, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan di jalur tersebut.
Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan petugas TNBTS saat ini tengah berjibaku melakukan pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar untuk melokalisir api agar tidak terus meluas ke area pemukiman. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengonfirmasi bahwa penyebaran api terjadi sangat cepat di titik-titik yang sulit dijangkau. “Kami mengimbau masyarakat dan pengendara yang melintas untuk tetap waspada karena asap mulai mengganggu jarak pandang di jalur penghubung Malang-Lumajang,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait situasi terkini.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga penuh di beberapa titik rawan guna mencegah api menyeberang ke sisi jalan utama. Selain upaya pemadaman darurat, pihak berwenang juga memperketat akses masuk ke kawasan wisata guna memastikan keamanan pengunjung dan mempermudah mobilisasi armada pemadam kebakaran di lokasi terdampak.

