KAZAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menyuarakan kepentingan negara-negara Selatan Global (Global South) dalam forum KTT BRICS di Kazan untuk memastikan tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif. Langkah ini diambil guna memperkuat posisi tawar negara berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi global serta mempercepat pencapaian target pembangunan yang berkelanjutan. Prabowo menilai bahwa kolaborasi solid antaranggota BRICS menjadi kunci utama dalam membentuk masa depan ekonomi dunia yang tidak lagi timpang.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa aspirasi negara-negara berkembang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan strategis internasional. Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong integrasi ekonomi yang saling menguntungkan demi kesejahteraan rakyat di belahan bumi selatan. “Kita harus melampaui Agenda 2030; aspirasi kita harus lebih besar dan inklusif untuk memastikan keadilan bagi seluruh bangsa di dunia,” tegas Presiden Prabowo Subianto dalam forum tersebut.
Kehadiran Indonesia dalam dialog BRICS ini juga menjadi sinyal kuat mengenai keseriusan pemerintah dalam memperluas jejaring diplomasi ekonomi di luar blok tradisional. Dengan fokus pada keberlanjutan dan kemandirian, Indonesia berharap sinergi ini mampu menciptakan stabilitas jangka panjang bagi pasar global. Melalui langkah strategis ini, negara-negara Global South diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam menentukan arah perkembangan dunia di masa depan.

