WASHINGTON DC – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendesak pemerintah pusat dan Partai Demokrat di Washington DC baru-baru ini untuk segera menyusun regulasi ketat terkait perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI) demi mengantisipasi potensi ancaman keamanan nasional serta dampak buruk bagi masyarakat global.
Obama menekankan bahwa tanpa aturan hukum yang jelas, teknologi AI berisiko tinggi memicu disinformasi masif hingga ancaman siber yang sulit dikendalikan oleh otoritas terkait. “Teknologi ini bergerak sangat cepat, dan jika kita tidak menetapkan batasan atau panduan dasar sekarang, risikonya terhadap demokrasi dan masyarakat akan sangat besar,” ujar Obama secara tegas dalam pernyataan resminya.
Melalui dorongan ini, Obama berharap pemerintah AS dapat segera membuka dialog publik yang transparan untuk merumuskan kebijakan yang seimbang antara kemajuan inovasi dan perlindungan warga. Langkah ini dinilai krusial agar penggunaan AI di masa depan tetap berada dalam koridor etika dan tidak membahayakan stabilitas tatanan sosial dunia.

