SAMARINDA – Menjelang masuknya bulan Zulhijjah yang mulia, umat Islam di Samarinda diingatkan kembali mengenai akar sejarah ibadah kurban sejak masa manusia pertama melalui siaran dakwah di RRI Samarinda. Ustaz Fatholis dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur menjelaskan bahwa ibadah ini merupakan warisan ketaatan yang memiliki makna mendalam bagi kaum muslimin di seluruh dunia sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Momentum ini menjadi sangat istimewa karena Zulhijjah dikenal secara luas sebagai ayyamun nahr atau bulan haji dan penyembelihan kurban.
Dalam penjelasannya, Ustaz Fatholis menekankan bahwa Zulhijjah adalah salah satu dari empat bulan yang disucikan dalam Islam, selain Zulkaidah, Muharram, dan Rajab. Kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat akan ketulusan hamba kepada Sang Pencipta yang telah dicontohkan oleh para pendahulu sejak awal peradaban. “Zulhijjah dikenal juga sebagai ayyamun nahr atau bulan haji dan kurban yang memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Islam,” ujar Ustaz Fatholis saat memaparkan materi tersebut.
Ibadah kurban yang dilaksanakan setiap Idul Adha ini mengajak umat untuk meneladani ketaatan para nabi dalam menjalankan perintah agama. Melalui pemahaman sejarah yang kuat, diharapkan masyarakat dapat memaknai setiap proses penyembelihan sebagai bentuk ketakwaan personal sekaligus peningkatan kepedulian sosial terhadap sesama. Edukasi sejarah ini menjadi penting agar nilai-nilai spiritual dalam ibadah kurban tetap terjaga dan relevan bagi generasi muslim saat ini.

