SOLO – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) resmi menutup rangkaian perayaan HUT ke-46 yang berlangsung meriah di Kota Solo, Jawa Tengah, pada pekan ini. Acara yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” tersebut sukses melibatkan 203 stan pameran dari Dekranasda tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota di seluruh Indonesia sebagai upaya strategis meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal di pasar global.
Pameran ini menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif untuk menampilkan produk unggulan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, berbagai produk kriya mulai dari wastra nusantara hingga kerajinan tangan kontemporer dipamerkan, menarik ribuan pengunjung serta membuka peluang jejaring bisnis baru bagi para perajin daerah agar mampu menembus pasar internasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekranas menekankan pentingnya komitmen perajin terhadap inovasi dan kualitas produk agar bisa bersaing secara berkelanjutan. “Melalui semangat HUT ke-46 ini, kita ingin memastikan bahwa produk kriya Indonesia tidak hanya berhenti di pasar domestik, melainkan mampu menjadi produk unggulan yang diakui dunia karena kualitas dan keberlanjutannya,” ungkap perwakilan pimpinan Dekranas di sela-sela seremoni penutupan.
Penutupan agenda tahunan ini ditandai dengan pemberian apresiasi kepada sejumlah stan terbaik yang dinilai paling inovatif dalam mengemas produk lokal. Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid dalam mendukung transformasi UMKM kriya menuju ekosistem ekonomi digital dan global yang lebih inklusif.

