SAMARINDA – Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra, Puguh Harjanto, secara resmi meminta mahasiswa peserta KKN Kolaborasi 2026 untuk mengimplementasikan ilmu mereka secara nyata di tengah masyarakat Kalimantan Timur. Langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi pentahelix dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, terutama di tengah tantangan baru Kaltim sebagai wilayah penyangga ibu kota. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan antara teori akademis dan solusi praktis bagi permasalahan yang dihadapi warga lokal saat ini.
Puguh Harjanto menekankan bahwa program ini bukan sekadar tugas akademik biasa, melainkan bentuk pengabdian strategis yang melibatkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, hingga dunia usaha. “KKN Kolaborasi 2026 merupakan wujud nyata kolaborasi pentahelix, di mana pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat, bersatu dalam mendukung pembangunan daerah,” tegas Puguh saat memberikan pengarahan terkait pentingnya kontribusi mahasiswa.
Dengan posisi strategis Kalimantan Timur saat ini, kehadiran mahasiswa di lapangan dinilai krusial untuk memberikan inovasi baru bagi komunitas lokal dan pembangunan desa. Pemprov Kaltim berharap kontribusi aktif mahasiswa mampu mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci penting agar Kalimantan Timur siap menghadapi dinamika pembangunan yang kian pesat sebagai mitra strategis pusat pemerintahan baru.

