ISTANBUL – Sebuah kapal pesiar bertema gay yang membawa ratusan wisatawan internasional dilarang berlabuh oleh otoritas pemerintah di Turki dan Mesir baru-baru ini di sepanjang kawasan Mediterania karena meningkatnya sikap permusuhan terhadap komunitas LGBTQ+. Penolakan ini terjadi secara mendadak di pelabuhan yang sebelumnya terbuka bagi pariwisata inklusif, mencerminkan pergeseran kebijakan sosial dan politik yang lebih konservatif di kedua negara mayoritas Muslim tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi industri pariwisata global, mengingat kapal pesiar dengan tema serupa sebelumnya dapat mengunjungi lokasi yang sama tanpa hambatan keamanan atau birokrasi. Para pengamat menilai bahwa peningkatan tekanan terhadap ekspresi identitas seksual di ruang publik kini menjadi agenda politik yang lebih dominan bagi pemerintah setempat untuk menarik dukungan kelompok religius garis keras.
Pihak penyelenggara menyatakan keheranan mereka atas perubahan sikap yang drastis dari otoritas pelabuhan terkait kunjungan wisatawan tersebut. “Di kedua negara mayoritas Muslim ini, permusuhan resmi terhadap kaum gay telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, padahal kapal pesiar yang sama telah berkunjung sebelumnya tanpa masalah,” ungkap perwakilan pihak penyelenggara cruise tersebut dalam keterangan resminya. Akibat insiden ini, kapal terpaksa mengubah rute demi memastikan keselamatan penumpang.
