GEORGETOWN – Sebanyak 41 orang dilaporkan tewas setelah kapal feri MV Barima terbalik secara tragis di lepas pantai Guyana pada awal pekan ini, yang memicu operasi penyelamatan darurat di sepanjang wilayah perairan tersebut. Insiden maut ini mengejutkan otoritas setempat, di mana dari total manifes penumpang, baru 77 orang yang dinyatakan selamat sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang di tengah laut.
Tim SAR gabungan terus dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian guna mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di sekitar bangkai kapal atau terbawa arus laut. “Kami terus berupaya maksimal melakukan penyisiran di titik koordinat kecelakaan dan memprioritaskan evakuasi bagi korban yang masih bisa diselamatkan,” ujar salah satu pejabat otoritas pelabuhan Guyana dalam keterangan resminya kepada media.
Hingga saat ini, penyebab pasti terbaliknya kapal MV Barima masih dalam proses investigasi mendalam oleh pihak berwenang setempat. Pemerintah Guyana juga telah mendirikan posko darurat untuk memfasilitasi keluarga korban yang sedang menunggu informasi terbaru mengenai proses pencarian kerabat mereka yang belum ditemukan.

