JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia pada pekan ini, meskipun Badan Gizi Nasional (BGN) tengah didera isu korupsi yang menyeret sejumlah petingginya. Langkah ini diambil guna memastikan target peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap tercapai, sementara proses hukum dan evaluasi internal tetap berjalan beriringan untuk membenahi sistem distribusi anggaran yang bocor.
Merespons polemik tersebut, Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa penghentian program bukanlah pilihan yang bijak karena akan berdampak langsung pada anak-anak sekolah yang membutuhkan nutrisi tambahan. Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional menyampaikan, “Kami terus berkomitmen melakukan perbaikan sistem dan memperketat pengawasan internal agar setiap rupiah dalam program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak tanpa ada penyimpangan lagi.”
Meskipun sebagian masyarakat mendesak agar program ini dihentikan sementara, pemerintah memilih strategi revisi kebijakan secara cepat dibandingkan melakukan moratorium total. BGN kini fokus pada penguatan tata kelola dan transparansi pengelolaan dana sebagai jawaban atas keraguan publik. Presiden Prabowo meyakini bahwa keberlanjutan program MBG adalah kunci jangka panjang untuk mengentaskan masalah stunting dan meningkatkan kecerdasan generasi muda Indonesia di masa depan.

