BANDA ACEH – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Satuan Tugas Penanggulangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) secara intensif memantau percepatan realisasi 766 paket pemulihan di Aceh senilai Rp 824 miliar yang dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan. Langkah pengawasan ini dilakukan di Banda Aceh untuk memastikan seluruh proyek infrastruktur pascabencana berjalan tepat waktu, transparan, dan sesuai dengan target pemulihan ekonomi serta sosial masyarakat yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Berdasarkan data terbaru, proses pengadaan barang dan jasa kini telah mencapai 50,7 persen dari total paket pemulihan yang direncanakan. Satgas PRR menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar penyerapan anggaran dapat maksimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Aceh. “Kami terus mendorong percepatan pengerjaan di lapangan agar seluruh paket rehabilitasi dan rekonstruksi ini selesai tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas perwakilan Satgas PRR dalam keterangannya.
Sementara itu, capaian pelaksanaan fisik di lapangan tercatat sudah menyentuh angka 40,5 persen dari keseluruhan target pengerjaan. Pihak Satgas PRR berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis serta evaluasi berkala guna meminimalkan kendala administratif maupun teknis dalam pengerjaan 766 paket tersebut di seluruh wilayah Aceh hingga akhir tahun anggaran.

