TORONTO – Perusahaan farmasi asal Spanyol, Grifols, secara resmi menghentikan sementara operasional pengumpulan plasma di 17 kliniknya yang tersebar di Kanada pada pekan ini setelah adanya laporan kematian dua orang pendonor. Keputusan mendadak ini diambil sebagai respons atas sorotan tajam publik dan otoritas kesehatan guna memastikan keamanan prosedur medis setelah insiden fatal tersebut terjadi di fasilitas mereka.
Pihak manajemen Grifols menyatakan bahwa penghentian ini diperlukan untuk meredam kekhawatiran masyarakat, meskipun mereka mengklaim telah mengikuti protokol keamanan yang ketat. Dalam pernyataan resminya, Grifols menyebutkan bahwa “perhatian yang tidak berdasar” terhadap bisnis plasma darah mereka di Kanada telah memicu tekanan besar sehingga perusahaan memilih untuk menangguhkan aktivitas koleksi di belasan lokasi tersebut hingga situasi kondusif kembali.
Saat ini, investigasi mendalam masih dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan apakah ada hubungan langsung antara prosedur pengambilan plasma dengan kematian para pendonor tersebut. Penutupan sementara ini diperkirakan akan memengaruhi pasokan plasma global, mengingat posisi strategis Kanada dalam rantai industri pengolahan darah yang dikelola oleh Grifols di Amerika Utara.
