RIYADH – Kelompok milisi Houthi yang didukung Iran dilaporkan meluncurkan serangan besar-besaran berupa gelombang rudal dan pesawat tak berawak (drone) ke arah Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (waktu setempat) sebagai bentuk eskalasi konflik yang signifikan. Serangan tersebut menyasar fasilitas minyak milik pemerintah serta beberapa area strategis di ibukota, di mana warga setempat melaporkan telah mendengar serangkaian ledakan keras yang mengguncang pemukiman mereka.
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi atau komentar lebih lanjut terkait klaim serangan tersebut maupun rincian mengenai kerusakan yang terjadi. Namun, aksi ini menambah deretan panjang ketegangan di kawasan tersebut, mengingat target serangan merupakan jantung pemerintahan dan pusat infrastruktur energi vital milik kerajaan.
Pihak militer Houthi mengonfirmasi bahwa operasi udara ini dilakukan secara terkoordinasi untuk menekan pihak lawan. “Kami telah meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone ke sasaran sensitif di Riyadh sebagai bagian dari operasi militer luas untuk menanggapi agresi yang terjadi,” tegas juru bicara militer Houthi dalam pernyataan publiknya.
Eskalasi serangan ke wilayah ibukota ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah dan potensi dampaknya pada harga minyak dunia. Para pengamat internasional kini memantau ketat respons balasan dari koalisi pimpinan Saudi serta dampak diplomatik yang mungkin timbul akibat serangan langsung ke pusat kota Riyadh ini.
