WASHINGTON D.C. – Penyelidik federal Amerika Serikat dilaporkan menyita ponsel milik saudara perempuan anggota parlemen Ilhan Omar di Washington D.C. baru-baru ini sebagai bagian dari pengembangan investigasi kriminal terkait proses imigrasi sang politisi Demokrat tersebut. Langkah ini diambil guna meninjau pesan teks keluarga yang tersimpan dalam perangkat tersebut, yang diharapkan dapat memberikan bukti tambahan mengenai sejarah kewarganegaraan dan latar belakang keluarga Omar yang telah lama menjadi sorotan otoritas hukum.
Investigasi ini menandai babak baru dalam pengawasan ketat terhadap dokumen imigrasi Ilhan Omar yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Meskipun belum ada tuntutan resmi, penyitaan perangkat komunikasi milik anggota keluarga inti menunjukkan bahwa penyelidik sedang mendalami data digital untuk memverifikasi keabsahan klaim imigrasi yang dipermasalahkan. Terkait perkembangan ini, seorang sumber penegak hukum menyatakan, “Pesan teks yang ditemukan dalam perangkat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai dinamika keluarga dan status hukum yang selama ini menjadi perdebatan publik.”
Fokus utama penyelidikan saat ini tertuju pada dugaan ketidakkonsistenan dalam dokumen yang diajukan selama proses naturalisasi dan pernikahan masa lalu Omar. Di sisi lain, tim hukum Ilhan Omar secara konsisten membantah adanya pelanggaran hukum dan menyebut bahwa investigasi tersebut sering kali dipicu oleh motif politik. Saat ini, tim penyidik federal masih terus melakukan analisis mendalam terhadap data yang diperoleh dari ponsel tersebut untuk menentukan kelanjutan dari status hukum sang anggota Kongres.
