KYIV – Militer Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, yang mengakibatkan sedikitnya empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka pada pekan ini. Serangan udara intensif ini menyasar wilayah pemukiman dan infrastruktur kota, memicu kepanikan warga di tengah upaya pertahanan udara Ukraina yang berusaha menghalau proyektil di langit ibu kota guna menekan jumlah korban jiwa.
Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa ledakan hebat terdengar di berbagai penjuru kota, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan apartemen dan fasilitas umum. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. “Serangan ini merupakan tindakan brutal yang sengaja menyasar warga sipil di saat mereka sedang beristirahat,” ujar salah seorang pejabat keamanan Kyiv dalam keterangan resminya kepada media terkait situasi darurat tersebut.
Hingga saat ini, proses pendataan korban dan pembersihan puing-puing masih terus berlangsung di beberapa titik lokasi ledakan. Eskalasi serangan ini memperburuk situasi keamanan di wilayah Ukraina Timur dan Tengah, sekaligus memicu kecaman keras dari komunitas internasional atas meningkatnya intensitas serangan udara Rusia terhadap pusat populasi sipil di wilayah kedaulatan Ukraina.

