SAMARINDA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur resmi merelokasi sekitar 15 ekor buaya muara dari kolam Lembaga Konservasi milik PT Samarinda Golden Prima (SGP) di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda. Langkah evakuasi ini dilakukan baru-baru ini guna memastikan keamanan lingkungan dan mengosongkan area penangkaran tersebut secara total dari predator berbahaya. Di antara belasan reptil yang dipindahkan, terdapat beberapa buaya berukuran besar dengan panjang rata-rata mencapai lebih dari empat meter.
Proses pemindahan ini melibatkan tim ahli dari BKSDA untuk memastikan keselamatan satwa maupun petugas di lapangan. Pemindahan dilakukan karena adanya perubahan kebijakan manajemen di lokasi penangkaran milik perusahaan tersebut. “Sekitar 15 ekor buaya muara, termasuk buaya berukuran besar dengan panjang rata-rata lebih dari empat meter, telah direlokasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur,” ungkap perwakilan terkait saat menjelaskan status terkini fasilitas penangkaran yang kini telah kosong sepenuhnya.
Kini, kawasan kolam di PT SGP Palaran dipastikan bersih dari keberadaan buaya muara yang selama ini menghuni lokasi tersebut. Pasca-relokasi, BKSDA Kaltim mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya satwa liar di habitat air lainnya dan segera melapor jika menemukan indikasi ancaman serupa. Satwa-satwa hasil relokasi ini nantinya akan dipindahkan ke tempat penangkaran yang lebih memadai atau dikembalikan ke habitat yang jauh dari pemukiman penduduk.

