BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur melaporkan lonjakan tajam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 71 titik api di berbagai wilayah Kaltim hanya dalam sepuluh hari pertama bulan Agustus 2026. Fenomena ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang meningkatkan risiko kebakaran lahan secara signifikan, sehingga otoritas terkait memperketat pengawasan di titik-titik rawan untuk mencegah meluasnya bencana.
Data BPBD Kaltim menunjukkan bahwa tren kenaikan hotspot ini menjadi yang tertinggi sepanjang periode Januari hingga Agustus tahun ini. Pihak berwenang kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai satuan tugas untuk melakukan langkah pemadaman cepat di lokasi terdampak. “Kami terus melakukan pemantauan intensif dan menyiagakan personel di wilayah rawan karena dalam waktu singkat saja sudah muncul puluhan titik api yang harus segera ditangani,” tegas perwakilan BPBD Kaltim dalam keterangannya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau berlangsung. Upaya mitigasi terus diperkuat melalui patroli rutin guna menekan dampak buruk karhutla terhadap ekosistem lingkungan serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang dihasilkan.

