PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas mengutuk serangan udara terbaru Rusia ke wilayah Ukraina yang menggunakan rudal hipersonik Oreshnik pada pekan ini, menyebut aksi tersebut sebagai eskalasi konflik yang sangat serius karena secara sengaja menargetkan infrastruktur dan warga sipil. Langkah agresif Moskow ini dinilai Macron telah memperburuk stabilitas keamanan di Eropa Timur di tengah ketegangan yang kian memuncak antara Kyiv dan Rusia.
Macron menekankan bahwa penggunaan senjata canggih dengan daya hancur tinggi ini menunjukkan niat buruk pemerintah Rusia untuk terus memperluas cakupan perang tanpa mengindahkan hukum kemanusiaan internasional. “Serangan ini, yang menargetkan warga sipil dan menggunakan jenis senjata baru dengan teknologi hipersonik, merupakan langkah mundur yang sangat berbahaya bagi upaya perdamaian dunia,” ujar Presiden Macron dalam keterangan resminya kepada media.
Serangan rudal Oreshnik sendiri sebelumnya diklaim oleh Kremlin sebagai tanggapan langsung atas penggunaan senjata jarak jauh pasokan Barat oleh militer Ukraina ke wilayah Rusia. Namun, sekutu Ukraina menganggap pengerahan rudal ini sebagai bentuk intimidasi dan gertakan kekuatan militer yang dapat memicu konfrontasi lebih luas antara Rusia dengan negara-negara anggota NATO di masa mendatang.

