By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Israel Jadi Negara Paling Diboikot di Dunia Akibat Agresi Militer
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Israel Jadi Negara Paling Diboikot di Dunia Akibat Agresi Militer
Internasional

Israel Jadi Negara Paling Diboikot di Dunia Akibat Agresi Militer

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Juni 12, 2026 7:24 pm
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Gelombang aksi boikot terhadap produk dan entitas Israel meluas di berbagai belahan dunia sebagai bentuk protes atas agresi militer. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Internasional)
SHARE

TEL AVIV – Israel dinobatkan sebagai negara yang paling banyak menerima aksi boikot di seluruh dunia sepanjang tahun 2024 akibat rentetan agresi brutal militer mereka terhadap warga Palestina serta serangan udara ke negara tetangga seperti Iran dan Lebanon. Gelombang protes internasional ini meluas secara masif melalui berbagai kampanye ekonomi dan budaya sebagai bentuk tekanan diplomatik terhadap kebijakan perang pemerintah Israel yang terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Aksi boikot tersebut menyasar berbagai sektor mulai dari produk komersial, investasi asing, hingga kerja sama akademik dan olahraga sebagai respon atas dugaan pelanggaran hukum internasional. Dampak ekonomi mulai dirasakan oleh banyak perusahaan global yang berafiliasi dengan Israel, di mana tekanan dari konsumen dunia memaksa terjadinya perubahan pola konsumsi secara signifikan. Selain itu, perluasan konflik yang merambah hingga ke wilayah Lebanon semakin memperkuat sentimen negatif publik global terhadap stabilitas keamanan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.

Menanggapi fenomena tekanan internasional yang luar biasa ini, para pengamat menilai bahwa gerakan tersebut adalah cerminan kemarahan moral dunia. “Boikot global ini merupakan bentuk perlawanan sipil terhadap pelanggaran hukum humaniter yang terus terjadi dan menjadi instrumen efektif untuk menekan kebijakan militer yang agresif,” ungkap salah satu pakar hubungan internasional dalam keterangannya. Langkah kolektif masyarakat dunia ini diharapkan dapat mendorong upaya gencatan senjata permanen dan memulihkan perdamaian di kawasan tersebut.

TAGGED:Agresi MiliterBoikot IsraelIsraelKonflik Timur TengahPalestina
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Optimisme Kontingen Pesparawi Kaltim Bidik Prestasi di Tingkat Nasional 2026
Next Article Prabowo Bahas Ketahanan Energi dan Hilirisasi Bersama Menteri ESDM

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25 Ribu ke Level Rp2,6 Juta
Ekonomi & Bisnis
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu Terancam Pemakzulan oleh 5 Partai
Daerah
Assist Ronald Araujo ke Dominik Szoboszlai: Sengaja atau Kebetulan?
Olahraga
Pantauan Udara Karhutla IKN: Petugas Temukan 4 Titik Api untuk Water Bombing
Nasional

You Might Also Like

Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Kesepakatan Damai Hari Minggu
Sejarah Kelam KNIL Maluku 1951: Diskriminasi dan Penderitaan di Belanda
Kim Yo Jong Ancam Jepang Usai Uji Rudal Tomahawk, Korut Siapkan Opsi Militer
Netanyahu Bantah Rumor Hubungan Renggang dengan Trump Terkait Konflik Iran
Iran Kecam Serangan AS: Donald Trump Dinilai Langgar MoU Swiss
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?