MELBOURNE – Penerbangan maskapai Qantas dengan nomor penerbangan rute Melbourne menuju Dallas terpaksa dialihkan ke Papeete, Tahiti, baru-baru ini setelah seorang penumpang pria melakukan aksi kekerasan dengan menggigit seorang pramugari di tengah perjalanan. Insiden darurat ini memaksa pilot mengambil keputusan cepat untuk melakukan pendaratan tidak terjadwal demi menjamin keselamatan seluruh kru dan penumpang lainnya yang berada di atas pesawat.
Pria yang belum disebutkan identitasnya tersebut dilaporkan menunjukkan perilaku agresif sebelum akhirnya menyerang awak kabin yang sedang bertugas. Akibat tindakan membahayakan ini, manajemen Qantas langsung mengambil langkah tegas dengan memberlakukan larangan terbang seumur hidup bagi pelaku di seluruh jaringan penerbangan grup mereka sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keamanan kerja.
Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa tindakan hukum dan administratif akan diambil secara serius terhadap penumpang tersebut. “Keamanan dan keselamatan kru serta pelanggan kami adalah prioritas utama kami, dan kami sama sekali tidak mentoleransi perilaku kasar dalam bentuk apa pun di dalam pesawat kami,” tegas juru bicara maskapai Qantas dalam pernyataan resminya terkait pengalihan rute tersebut.
Setibanya di Papeete, pelaku langsung diamankan oleh kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pesawat Qantas akhirnya melanjutkan perjalanan ke Dallas setelah situasi dinyatakan kondusif, meskipun para penumpang harus mengalami keterlambatan signifikan akibat insiden yang menghebohkan dunia penerbangan internasional ini.

