JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, mengungkapkan kriteria utama bagi calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru di Jakarta guna memastikan kepemimpinan bank sentral mendatang selaras dengan kepentingan nasional. Meski Presiden belum mengirimkan nama calon ke DPR RI, pemerintah menegaskan bahwa integritas dan loyalitas terhadap negara menjadi parameter utama dalam proses seleksi pimpinan otoritas moneter tersebut.
Prasetyo menekankan bahwa aspek nasionalisme menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar bagi siapa pun yang akan menduduki kursi nomor satu di Bank Indonesia. “Kriteria khusus, yang wajib adalah merah putih,” tegas Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai sosok yang dicari pemerintah untuk memimpin BI di masa depan.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa pemerintah mencari figur yang tidak hanya kompeten secara teknis di bidang ekonomi, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia. Hingga saat ini, publik masih menantikan pengumuman resmi mengenai nama-nama kandidat yang akan diusulkan Presiden untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di tengah tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.

