SAMARINDA – Realisasi belanja negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang meliputi belanja pemerintah pusat dan dana Transfer ke Daerah (TKD) sukses menembus angka Rp26,5 triliun pada periode Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut setara dengan 64,4 persen dari total pagu anggaran yang dialokasikan untuk wilayah Benua Etam sepanjang tahun ini. Kinerja fiskal yang solid ini dipacu oleh percepatan distribusi anggaran pusat guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Dari total serapan tersebut, komponen Transfer ke Daerah (TKD) masih menjadi kontributor utama yang mendominasi komposisi belanja negara di wilayah ini. Pemerintah fokus mengoptimalkan aliran dana tersebut untuk memastikan program-program prioritas di tingkat kabupaten dan kota tetap berjalan sesuai jadwal. “Realisasi sebesar Rp26,5 triliun ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga momentum pembangunan di Kaltim agar terus bergerak positif hingga akhir tahun anggaran,” ujar perwakilan otoritas fiskal dalam laporan resminya.
Selain TKD, serapan belanja kementerian dan lembaga di Kalimantan Timur juga menunjukkan tren yang stabil untuk mendukung layanan publik dan operasional pemerintahan. Pemerintah daerah kini didorong untuk terus mengakselerasi sisa anggaran pada kuartal terakhir demi memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan seluruh alokasi belanja negara dapat terserap secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal.

