SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan sebanyak 2.400 hektare lahan pertanian yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut belakangan ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan daerah, mengingat minimnya pasokan air yang menghambat proses produksi padi dan komoditas pertanian lainnya di sepanjang musim kemarau.
Dari total luasan lahan yang terdampak, otoritas terkait mencatat adanya degradasi lahan yang cukup signifikan di beberapa titik krusial. “Kami mencatat sekitar 2.400 hektare lahan pertanian di tujuh kabupaten/kota mengalami dampak kekeringan, di mana sekitar 200 hektare di antaranya sudah masuk dalam kategori kekeringan berat,” ungkap perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltim saat merilis data terbaru mengenai dampak iklim ekstrem di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah kini tengah berupaya melakukan langkah mitigasi guna menyelamatkan sisa lahan produktif agar tidak mengalami gagal panen total. Pengawasan intensif terus dilakukan di tujuh wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan sumber air darurat serta memastikan para petani mendapatkan dukungan teknis dalam menghadapi puncak kemarau yang masih berlangsung.

