RIYADH – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama resmi mengundang Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz As-Sudais, untuk menghadiri International Grand Imam Conference (IGIC) yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada tahun 2026. Undangan tersebut disampaikan secara resmi dalam pertemuan bilateral di Riyadh, Arab Saudi, sebagai upaya mempererat hubungan diplomatik sekaligus memperkuat sinergi ulama dalam mempromosikan dakwah Islam yang moderat dan damai di level internasional.
Konferensi bergengsi ini dirancang untuk menjadi wadah konsolidasi para imam besar dari berbagai belahan dunia guna mendiskusikan tantangan manajemen masjid serta peran ulama di era globalisasi. Kehadiran Syekh As-Sudais dianggap menjadi simbol penting bagi kesuksesan acara tersebut, mengingat pengaruh besar beliau dalam memimpin dua masjid suci umat Islam. Agenda ini juga menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk memposisikan diri sebagai pusat rujukan moderasi beragama dunia.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dari pihak Arab Saudi terkait undangan ini. “Kami sangat berharap Syekh As-Sudais dapat hadir untuk memberikan pencerahan kepada para delegasi dunia mengenai pentingnya peran masjid dalam membangun peradaban umat yang inklusif,” ungkap perwakilan Kemenag dalam keterangan resminya. Diharapkan melalui IGIC 2026, akan lahir resolusi konkret yang memperkokoh persaudaraan Islam dan nilai-nilai toleransi secara universal.

