KATHMANDU – Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada hari ini setelah sebuah danau lumpur yang terbentuk akibat tanah longsor dilaporkan mulai meluap. Situasi darurat ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga setempat karena adanya ancaman banjir bandang yang dapat menerjang pemukiman sewaktu-waktu. Penangguhan operasi ini dilakukan sebagai langkah preventif demi menjamin keselamatan para petugas di lapangan mengingat kondisi medan yang semakin tidak stabil.
Pejabat berwenang menyatakan bahwa volume air yang meningkat drastis secara tiba-tiba membuat risiko kerja bagi tim penyelamat menjadi terlalu tinggi. “Kami harus memprioritaskan keamanan personel karena luapan air dan lumpur ini bergerak sangat cepat serta sulit diprediksi arah alirannya,” ujar salah satu koordinator lapangan dalam keterangan resminya. Selain menghentikan pencarian korban, otoritas terkait juga terus mengeluarkan imbauan evakuasi mandiri bagi warga yang tinggal di sepanjang hilir sungai.
Hingga saat ini, pemerintah setempat terus memantau debit air secara intensif menggunakan teknologi pemantauan jarak jauh guna mengantisipasi kemungkinan jebolnya tanggul alami danau tersebut. Meskipun operasi SAR darat dihentikan sementara, pengiriman bantuan logistik bagi warga yang terdampak tetap diupayakan melalui jalur udara. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan yang dipicu oleh cuaca ekstrem di kawasan pegunungan tersebut.

