BALIKPAPAN – Tim gabungan yang terdiri dari TNI AU, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan BMKG SAMS Sepinggan Balikpapan melaksanakan patroli udara intensif untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah deliniasi IKN, Kalimantan Timur. Langkah proaktif ini dilakukan guna mendeteksi sebaran titik api secara akurat agar proses mitigasi dan penanggulangan bencana di kawasan calon ibu kota baru tersebut dapat berjalan efektif serta meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.
Dalam pantauan udara tersebut, petugas berhasil mendeteksi adanya empat titik api yang menjadi target utama untuk segera dilakukan pemadaman menggunakan teknik water bombing. Penemuan titik api ini langsung dikoordinasikan dengan tim darat guna mempercepat proses lokalisir area agar api tidak merembet ke kawasan hutan konservasi. “Patroli udara ini merupakan langkah krusial untuk memastikan seluruh wilayah deliniasi IKN bebas dari ancaman karhutla yang dapat mengganggu percepatan pembangunan infrastruktur,” ungkap salah satu personel satgas di lapangan.
Sinergi antara TNI AU dan instansi terkait diharapkan dapat menekan angka karhutla di Kalimantan Timur, terutama saat memasuki musim kemarau yang rawan memicu munculnya hotspot. Selain pemadaman melalui udara, OIKN juga terus mensosialisasikan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar kepada masyarakat sekitar. Dengan pemantauan rutin ini, diharapkan kualitas udara dan kelestarian ekosistem di kawasan IKN tetap terjaga demi keberlangsungan proyek strategis nasional tersebut.

