By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Miris! Guru Honorer di Sikka NTT Hanya Digaji Rp150 Ribu per Bulan
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Pendidikan > Miris! Guru Honorer di Sikka NTT Hanya Digaji Rp150 Ribu per Bulan
Pendidikan

Miris! Guru Honorer di Sikka NTT Hanya Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Mei 4, 2026 3:05 pm
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Potret perjuangan guru honorer di pelosok Sikka, NTT, yang tetap mengabdi meski dengan upah yang sangat minim. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)
SHARE

SIKKA – Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, Yustina, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menghadapi realitas pahit dengan menerima upah hanya sebesar Rp150.000 per bulan. Penghasilan yang jauh dari kata layak ini ia peroleh dari hasil iuran sukarela orang tua siswa demi menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolahnya. Kondisi memprihatinkan ini mencerminkan masih adanya ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik yang mencolok di daerah pelosok Indonesia.

Meskipun harus bertahan dengan pendapatan yang sangat minim, dedikasi Yustina terhadap dunia pendidikan tidak luntur. Ia tetap menjalankan tugasnya mendidik anak-anak meskipun tantangan ekonomi terus menghimpit di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Dana yang terkumpul dari iuran orang tua tersebut seringkali tidak menentu jumlahnya, namun Yustina tetap memilih untuk setia mengabdi demi masa depan generasi muda di wilayah Sikka yang masih kekurangan tenaga guru tetap.

Yustina mengungkapkan bahwa motivasi utamanya bukanlah materi, melainkan kepedulian mendalam terhadap nasib pendidikan para siswanya. “Saya tetap mengajar karena kasihan dengan anak-anak kalau tidak ada guru, meskipun gaji saya hanya Rp150 ribu dari uang iuran orang tua,” tuturnya dengan penuh ketabahan saat menceritakan perjuangannya. Ia sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih nyata terhadap nasib guru honorer di daerah terpencil agar mereka mendapatkan upah yang manusiawi.

Kisah pilu ini memicu keprihatinan publik dan menyoroti urgensi evaluasi kebijakan distribusi serta kesejahteraan guru di tingkat daerah. Perlu adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan instansi terkait untuk memastikan bahwa pahlawan tanpa tanda jasa seperti Yustina mendapatkan hak yang layak. Hal ini krusial dilakukan demi mewujudkan kualitas pendidikan nasional yang merata dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri.

TAGGED:Gaji GuruGuru HonorerHari Pendidikan NasionalNTTPendidikanSikka
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Junta Myanmar Paksa Kaum Muda Wajib Militer, Warga: Hidup Seperti di Neraka
Next Article Mendagri Tito Tekankan Netralitas dan Integritas Perpukadesi

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25 Ribu ke Level Rp2,6 Juta
Ekonomi & Bisnis
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu Terancam Pemakzulan oleh 5 Partai
Daerah
Assist Ronald Araujo ke Dominik Szoboszlai: Sengaja atau Kebetulan?
Olahraga
Pantauan Udara Karhutla IKN: Petugas Temukan 4 Titik Api untuk Water Bombing
Nasional

You Might Also Like

Memaknai Spirit Hijrah Nabi sebagai Model Kepemimpinan Transformatif
MI Al-Irsyad Muara Jawa Kini Miliki Gedung Baru dan Fasilitas Layak
Bedah Buku Eko-Akunta-Nesia: Guru Besar UB Ulas Identitas Akuntansi Indonesia
Kemendikdasmen Kawal SPMB 2026: Transparan, Inklusif, dan Bebas Kecurangan
Unmul Pasang Solar Home System di Muara Pantuan Kutai Kartanegara
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?