By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KaltimfocusKaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Junta Myanmar Paksa Kaum Muda Wajib Militer, Warga: Hidup Seperti di Neraka
Share
Font ResizerAa
KaltimfocusKaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Junta Myanmar Paksa Kaum Muda Wajib Militer, Warga: Hidup Seperti di Neraka
Internasional

Junta Myanmar Paksa Kaum Muda Wajib Militer, Warga: Hidup Seperti di Neraka

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Mei 4, 2026 12:11 pm
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Situasi mencekam di Myanmar setelah junta militer mewajibkan kaum muda bergabung dalam dinas militer di tengah konflik bersenjata. (Sumber: BBC News Indonesia)
SHARE

NAYPYIDAW – Pemerintah junta militer Myanmar dilaporkan gencar melakukan penangkapan paksa dan intimidasi terhadap kaum muda di berbagai wilayah negeri itu untuk mengikuti program wajib militer guna dikirim ke zona konflik bersenjata. Langkah ekstrem ini diambil untuk memperkuat personel militer yang kian menyusut akibat perang saudara melawan kelompok pemberontak yang terus berkecamuk. Alih-alih menerapkan prosedur sukarela sesuai undang-undang, pihak berwenang justru menggunakan ancaman untuk memaksa generasi muda bergabung ke dalam batalion tempur.

Praktik ini menuai kecaman keras dari berbagai organisasi hak asasi manusia yang melabeli tindakan tersebut sebagai bentuk perbudakan modern dan perdagangan manusia. Kondisi psikologis warga sipil, terutama pemuda, berada di titik terendah karena bayang-bayang penangkapan yang bisa terjadi kapan saja di jalanan maupun di rumah mereka. Seorang warga yang terdampak mengungkapkan kepedihan situasi saat ini dengan menyatakan, “Rasanya seperti hidup di neraka karena setiap saat kami bisa diambil paksa untuk dikirim ke garis depan tanpa pilihan.”

Dampak dari kebijakan represif ini memicu eksodus besar-besaran kaum muda Myanmar ke negara-negara tetangga demi menghindari wajib militer. Fenomena ini dikhawatirkan akan membuat Myanmar kehilangan satu generasi produktif secara permanen, yang berpotensi melumpuhkan masa depan sosial dan ekonomi negara tersebut. Krisis kemanusiaan ini semakin memperburuk citra junta di mata internasional seiring meningkatnya laporan mengenai pelanggaran HAM berat terhadap warga sipil sendiri.

You Might Also Like

Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Bawa 1,9 Juta Barel Minyak ke Indonesia
Alasan Masjidil Haram Terletak di Jantung Lembah Makkah dan Sejarahnya
Megawati dan Olly Dondokambey Terima Dubes Rusia, Bahas 125 Tahun Bung Karno
Rebutan AS-Iran: Inilah Sederet Kegunaan Uranium Selain Bom Nuklir
Partai Demokrat AS Desak Transparansi Kepemilikan Nuklir Israel
TAGGED:Junta MiliterKrisis MyanmarMyanmarPelanggaran HAMWajib Militer
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kakanwil Kemenag Kaltim Lantik Pejabat Fungsional, Perkuat Kompetensi ASN
Next Article Miris! Guru Honorer di Sikka NTT Hanya Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tips Manajemen Keuangan Keluarga untuk Membangun Generasi Kuat
Ekonomi & Bisnis
Rizky Ridho Minta Maaf Usai Persija Jakarta Gagal Juara Liga 1 2025/26
Olahraga
Trump dan Xi Jinping Bahas Risiko AI: Akankah Persaingan Teknologi Melambat?
Teknologi
Bejat! Dukun Cabul di Pati Cabuli Korban Lewat Ritual Threesome
Hukum & Kriminal
KaltimfocusKaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?