PURWAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memanggil Bupati Purwakarta, Saepul Bahri, ke Jakarta baru-baru ini guna memberikan klarifikasi terkait polemik lagu berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejat’ yang menuai kontroversi di tengah masyarakat. Langkah ini diambil oleh pemerintah pusat untuk memastikan etika pejabat publik tetap terjaga sekaligus merespons keresahan warga yang berkembang di media sosial terkait konten karya tersebut.
Dalam pertemuan klarifikasi tersebut, Saepul Bahri secara ksatria mengakui adanya kekeliruan dalam pemilihan lirik maupun penyebaran karya yang dianggap kurang pantas bagi seorang pemimpin daerah. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan instansi terkait atas kegaduhan yang telah ditimbulkan selama beberapa waktu terakhir. “Saya secara pribadi mengakui kesalahan ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ungkap Saepul Bahri dalam keterangannya setelah pertemuan.
Pihak Kemendagri menegaskan pentingnya setiap kepala daerah untuk senantiasa menjaga marwah jabatan dalam setiap tindakan maupun ekspresi seni yang dipublikasikan. Melalui proses ini, masalah tersebut dianggap telah mendapat penjelasan langsung dari yang bersangkutan. Bupati Purwakarta pun berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di masa mendatang agar tidak lagi memicu polemik serupa yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

