SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 1,28 miliar dolar AS pada Agustus 2026 berkat dukungan kuat dari aktivitas ekspor komoditas nonmigas. Pencapaian gemilang ini menunjukkan ketahanan kinerja perdagangan luar negeri Bumi Etam di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Data ini mengonfirmasi posisi strategis Kaltim sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional melalui kontribusi ekspornya yang konsisten.
Pihak otoritas terkait menyatakan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari sinergi sektor industri dan kelancaran arus distribusi komoditas unggulan daerah. “Surplus ini didorong oleh kinerja positif sektor nonmigas yang terus menunjukkan tren peningkatan signifikan di pasar internasional, sekaligus membuktikan daya saing produk lokal kita,” ungkap narasumber resmi dalam laporan berkala tersebut. Peningkatan ini diharapkan mampu memberikan dampak domino bagi kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
Selain sektor nonmigas, efisiensi rantai pasok dan tingginya permintaan dunia terhadap sumber daya alam Kaltim menjadi faktor kunci di balik angka surplus tersebut. Pemerintah daerah pun optimis bahwa stabilitas ekonomi ini akan menarik lebih banyak investasi asing dan domestik ke wilayah tersebut. Dengan tren yang terus menguat, neraca perdagangan Kaltim diproyeksikan akan tetap stabil hingga akhir kuartal tahun ini.

