JAKARTA – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Jabodetabek dilaporkan tidak lagi melayani penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu perbincangan hangat di media sosial setelah banyak konsumen kesulitan menemukan BBM subsidi tersebut di beberapa titik lokasi strategis. Langkah penghapusan produk Pertalite di SPBU tertentu ini merupakan bagian dari strategi penataan distribusi BBM agar lebih tepat sasaran dan mendukung penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa beberapa gerai SPBU kini mulai mengalihkan nozzle Pertalite menjadi produk lain dengan angka oktan yang lebih tinggi, seperti Pertamax atau Pertamax Green 95. Hal ini membuat masyarakat harus mencari lokasi SPBU lain yang masih menyediakan stok BBM penugasan tersebut. Meski demikian, Pertamina memastikan bahwa ketersediaan Pertalite secara nasional masih tetap terjaga sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Menanggapi ramainya keluhan warga, pihak Pertamina memberikan penjelasan mengenai kebijakan operasional di tiap unit pengisian. “Kami terus melakukan evaluasi dan penataan terhadap titik-titik penjualan BBM subsidi agar penyalurannya lebih optimal dan efisien di lapangan,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resminya terkait dinamika distribusi energi.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap memantau ketersediaan stok melalui aplikasi MyPertamina guna mengetahui lokasi SPBU terdekat yang masih menjual Pertalite. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penggunaan BBM berkualitas tinggi guna menjaga performa mesin kendaraan sekaligus mengurangi tingkat polusi udara di kawasan perkotaan yang semakin meningkat.

