SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Puji Setyowati, menyoroti kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Samarinda yang diterapkan guna melindungi kesehatan siswa di tengah buruknya kualitas udara baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat disamaratakan bagi seluruh pelajar karena adanya kesenjangan akses internet dan keterbatasan perangkat pendukung yang dialami oleh sebagian keluarga di ibu kota Kaltim tersebut.
Menurut Puji, efektivitas belajar dari rumah sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas digital, sementara kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang tidak memiliki gawai (gadget) yang memadai. Ia pun meminta pihak sekolah untuk lebih peka terhadap kondisi ekonomi murid agar tidak ada anak yang kehilangan hak belajarnya hanya karena kendala teknologi.
Puji menekankan agar tenaga pendidik mengambil langkah inisiatif dengan memberikan perlakuan khusus atau penyediaan modul fisik bagi siswa yang terdampak. “Kebijakan PJJ ini tidak bisa dipukul rata. Guru harus proaktif mendeteksi siswa yang tidak punya HP atau kuota agar mereka tidak tertinggal pelajaran di tengah kondisi kualitas udara yang buruk ini,” ujarnya menanggapi tantangan dunia pendidikan di Samarinda.
Langkah perlindungan kesehatan melalui PJJ memang krusial, namun Puji berharap pemerintah kota tetap memberikan solusi konkret bagi siswa tanpa akses internet. Dengan pendekatan yang lebih personal dan fleksibel, diharapkan kualitas pendidikan di Samarinda tetap terjaga tanpa menciptakan diskriminasi terhadap siswa yang kurang mampu selama masa darurat polusi udara berlangsung.

