SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan pembinaan penguatan kompetensi analisis isu keagamaan berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh pimpinan daerah di Hotel Grand Candi, Semarang. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota guna meningkatkan responsivitas terhadap dinamika masyarakat yang kian kompleks di era digital.
Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan keagamaan didasarkan pada data yang akurat dan analisis teknologi mutakhir. “Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan isu keagamaan agar lebih responsif terhadap dinamika masyarakat,” tegas narasumber Kemenag dalam kegiatan tersebut guna menekankan pentingnya adopsi teknologi di lingkungan birokrasi.
Melalui pemanfaatan AI, pimpinan daerah diharapkan mampu memetakan potensi masalah keagamaan secara cepat dan melakukan langkah preventif yang lebih efektif. Selain meningkatkan efisiensi kerja, penguasaan alat analisis berbasis data ini bertujuan agar informasi yang disampaikan kepada publik lebih terukur dan mampu meredam polarisasi di tengah masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari transformasi digital yang sedang gencar dilakukan oleh Kementerian Agama di tingkat nasional. Dengan sinkronisasi antara pusat dan daerah, diharapkan pengelolaan isu-isu strategis keagamaan dapat tertangani secara lebih profesional, transparan, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

