JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyoroti rendahnya angka investasi dalam bidang Research and Development (RnD) atau penelitian dan pengembangan di Indonesia saat memberikan arahan strategis di Jakarta baru-baru ini. Dalam pernyataannya, Presiden berkomitmen untuk segera memperbaiki alokasi anggaran serta kebijakan pendukung riset guna memastikan Indonesia mampu bersaing di kancah global. Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
Prabowo menegaskan bahwa penguatan sektor riset tidak bisa ditunda lagi jika Indonesia ingin menjadi negara maju yang mandiri. Ia menyadari bahwa keterbatasan dana riset selama ini menjadi hambatan utama bagi para inovator lokal untuk berkembang. “Investasi kita di bidang RnD masih sedikit, kita akan perbaiki ini karena riset adalah kunci kemajuan sebuah bangsa,” ujar Presiden Prabowo saat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan akademisi.
Selain fokus pada pendanaan, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama riset yang berkualitas. Pemerintah berencana melakukan reformasi sistem pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri masa depan dan penguasaan teknologi. Dengan memperbaiki ekosistem RnD dan pendidikan secara simultan, diharapkan Indonesia dapat melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menciptakan solusi inovatif bagi tantangan nasional.

