SERANG – Pemerintah Provinsi Banten secara resmi mengimbau seluruh warga di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya hujan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Siaga (Level III). Langkah antisipasi ini dilakukan guna melindungi masyarakat dari risiko gangguan pernapasan serta dampak kesehatan lainnya yang ditimbulkan oleh paparan material vulkanik di kawasan pesisir Banten dan sekitarnya.
Menanggapi situasi tersebut, otoritas terkait meminta masyarakat untuk mematuhi protokol keselamatan, terutama dalam penggunaan pelindung diri dan pembatasan jarak fisik dari lokasi aktif. “Warga diminta mengenakan masker dan menjauhi radius 3 km dari gunung guna meminimalisir risiko kesehatan serta menjaga keamanan dari potensi ancaman erupsi yang masih fluktuatif,” ungkap perwakilan Pemerintah Banten dalam keterangan resminya.
Selain imbauan penggunaan masker, warga dan wisatawan dilarang keras untuk melakukan aktivitas di dekat area kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas seismik secara intensif dan meminta masyarakat tetap tenang sembari mengikuti arahan terbaru dari otoritas berwenang.

