BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) resmi memperluas jangkauan akses listrik di 63 titik desa dan dusun yang tersebar di wilayah pelosok hingga perbatasan Kalimantan Utara. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen besar PLN untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Program ini menyasar total 168 lokasi pengembangan kelistrikan di seluruh wilayah Kaltimra guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah secara merata.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah perbatasan ini menghadapi tantangan geografis yang cukup berat, mulai dari akses jalan yang terbatas hingga medan hutan belantara. Namun, PLN terus mengoptimalkan sumber daya untuk memastikan setiap rumah di pelosok Kaltara dapat menikmati penerangan yang stabil dan berkualitas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung fasilitas publik seperti sekolah dan pusat kesehatan di wilayah perbatasan agar dapat beroperasi lebih maksimal selama 24 jam penuh.
Pihak PLN menegaskan bahwa perluasan jaringan ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menyediakan energi yang merata hingga ke titik nol perbatasan. “Kami terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur listrik hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan agar seluruh masyarakat Kalimantan Utara dapat merasakan manfaat listrik demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan,” ungkap manajemen PLN UID Kaltimra saat menjelaskan urgensi proyek strategis tersebut di Balikpapan.
Hadirnya aliran listrik di 63 titik lokasi baru ini menjadi angin segar bagi warga Kalimantan Utara yang selama ini sangat bergantung pada mesin genset atau lampu minyak. Dengan akses energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, potensi lokal di sektor UMKM maupun industri rumah tangga diharapkan dapat berkembang pesat. PLN berkomitmen untuk terus menyelesaikan sisa target pembangunan kelistrikan di lokasi lainnya demi tercapainya target rasio elektrifikasi 100 persen di seluruh tanah air.

