By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: TNI Respons Putusan Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Lolos Pemecatan
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Hukum & Kriminal > TNI Respons Putusan Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Lolos Pemecatan
Hukum & Kriminal

TNI Respons Putusan Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Lolos Pemecatan

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: September 5, 2026 6:04 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Gedung Pengadilan Tinggi Militer Jakarta saat proses persidangan kasus penganiayaan oleh oknum prajurit BAIS. (Sumber: CNN Indonesia | Berita Terkini Nasional)
SHARE

JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait putusan Pengadilan Tinggi Militer Jakarta yang membatalkan pidana tambahan pemecatan terhadap oknum prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Jakarta. Keputusan ini menjadi sorotan publik karena meskipun terdakwa tetap dijatuhi hukuman penjara, pembatalan status pemecatan membuat prajurit tersebut masih tercatat sebagai anggota aktif militer meski telah melakukan penganiayaan berat.

Dalam proses banding tersebut, majelis hakim membatalkan vonis pengadilan tingkat pertama yang sebelumnya menjatuhkan sanksi pemecatan dari dinas militer. Pertimbangan hakim dalam membatalkan pemecatan ini memicu beragam reaksi, terutama mengenai rasa keadilan bagi korban yang mengalami luka permanen akibat serangan cairan kimia tersebut. Kasus ini pun kembali mengangkat diskusi mengenai ketegasan institusi terhadap oknum anggota yang melanggar hukum pidana umum.

Menanggapi dinamika hukum yang terjadi, pihak berwenang di lingkungan TNI menegaskan kepatuhan institusi terhadap mekanisme peradilan yang berlaku. “TNI pada prinsipnya menghormati setiap putusan hukum yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Militer karena merupakan kewenangan penuh ranah yudikatif,” ungkap seorang narasumber terkait saat memberikan pernyataan mengenai kelanjutan status dinas prajurit tersebut pasca-putusan banding.

TAGGED:Air KerasAndrie YunusBAIShukumkriminalPengadilan Tinggi MiliterTNI
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Mamografi Kini Bisa Deteksi Penyakit Jantung pada Perempuan Lewat AI
Next Article Menlu Sugiono Selidiki Dugaan 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

1.711 Agen Perlinsos PPU Dikerahkan, Registrasi Warga Baru Capai 12 Persen
Daerah
Gunung Sakurajima Jepang Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 2.200 Meter
Internasional
Juventus Gelar Ritiro Usai Kalah dari Genoa Jelang Lawan Napoli
Olahraga
Obama Kritik Trump Abaikan Isu Korupsi Demi Bahas Pabrik Cheesecake
Internasional

You Might Also Like

Mentan Amran Sulaiman Ungkap 102 Tersangka Mafia Pangan, Ada Pejabat Kementan
Polisi Usut Pelaku Pembuangan Sampah Ilegal di TPA Liar Waringinkurung Serang
Peradi Profesional Perkuat Mutu dan Etika Advokat Melalui Kolaborasi Pendidikan
Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Jakarta: Jejak Sengketa Lahan GBK
Bareskrim dan BNN Gerebek Diskotek di Penjaringan Jakarta Utara
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?