TENGGARONG – Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (Kaltim), Syaharie Jaang, secara resmi mengimbau masyarakat Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk tetap tenang dan menahan diri menyusul insiden kerusuhan yang mengakibatkan satu warga bernama Ignatius meninggal dunia. Peristiwa tragis yang juga menyebabkan satu orang lainnya bernama Lewi mengalami luka-luka ini memicu ketegangan di wilayah tersebut, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kondusivitas daerah.
Syaharie Jaang menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bertindak anarkis atau mengambil keputusan sendiri yang dapat memperkeruh suasana. Ia meminta seluruh pihak untuk menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib agar keadilan dapat ditegakkan secara transparan. “Saya meminta masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat kepolisian,” tegas Syaharie Jaang dalam keterangan resminya kepada publik.
Hingga saat ini, korban luka bernama Lewi dilaporkan masih menjalani perawatan intensif, sementara pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi pasti di balik kerusuhan tersebut. Para tokoh masyarakat di Kutai Kartanegara berharap agar supremasi hukum ditegakkan seadil-adilnya guna mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang dan menjaga perdamaian di Bumi Etam.

