JAKARTA – Para ilmuwan baru-baru ini meluncurkan inovasi medis di mana teknologi mamografi yang biasanya digunakan untuk deteksi kanker payudara, kini dapat mendeteksi risiko penyakit jantung pada perempuan melalui bantuan Kecerdasan Buatan (AI). Penelitian global ini menunjukkan bahwa pemindaian rutin tersebut mampu mengidentifikasi penumpukan kalsium di arteri payudara yang menjadi indikator kuat masalah kardiovaskular secara efektif dan efisien tanpa perlu prosedur tambahan yang rumit.
Teknologi AI ini bekerja dengan cara menganalisis kalsifikasi arteri payudara (BAC) yang terekam dalam hasil rontgen payudara. Temuan ini dianggap sangat krusial mengingat penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di seluruh dunia, sehingga pemanfaatan AI dalam skrining rutin dapat memberikan diagnosa dini yang lebih komprehensif bagi kesehatan jangka panjang mereka.
“Integrasi AI dalam pemindaian mamografi memungkinkan kita melihat indikator kesehatan jantung yang sebelumnya sering terabaikan, memberikan perlindungan ganda bagi pasien hanya dalam satu kali pemeriksaan,” ungkap salah satu pakar dalam laporan studi tersebut. Dengan adanya kemajuan ini, fasilitas kesehatan diharapkan dapat segera menerapkan otomatisasi sistem guna mempercepat proses pencegahan penyakit jantung pada perempuan di berbagai negara.

