JAKARTA – Massa yang berkumpul di kawasan Slipi, Jakarta Barat, melakukan aksi anarkis dengan membakar satu unit pos polisi dan menembakkan petasan ke arah petugas pada malam ini. Insiden tersebut memicu ketegangan hebat di lokasi kejadian sehingga aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata guna memulihkan situasi keamanan serta ketertiban di wilayah tersebut.
Situasi di lapangan dilaporkan semakin memanas saat kerumunan massa yang bertahan menolak untuk membubarkan diri meski telah diberi peringatan berulang kali. Untuk menghalau massa yang kian agresif, pihak kepolisian terus menyisir area dan melepaskan tembakan gas air mata secara berkala demi mencegah kerusakan fasilitas publik yang lebih luas di sekitar persimpangan Slipi.
Seorang petugas kepolisian yang berjaga di lokasi mengonfirmasi tindakan tegas yang diambil oleh aparat dalam meredam kericuhan tersebut. “Kami mengambil tindakan pembubaran dengan gas air mata karena massa mulai bertindak anarkis dan membakar fasilitas pos polisi di kawasan Slipi ini,” ujarnya saat ditemui di sela-sela upaya sterilisasi area.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih bersiaga penuh di lokasi guna memastikan api di pos polisi benar-benar padam dan mengantisipasi adanya aksi susulan. Arus lalu lintas di sekitar Slipi pun dilaporkan mengalami gangguan akibat penutupan jalan sementara untuk menjamin keselamatan warga dan kelancaran proses pengamanan di titik kerusuhan.

