MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas terkait secara resmi menyelenggarakan pelatihan pembuatan minuman kekinian yang ditujukan bagi para karyawan industri hasil tembakau di wilayah Kota Malang baru-baru ini. Program strategis ini dilaksanakan guna memberikan bekal keterampilan kewirausahaan serta memperluas peluang usaha sampingan bagi para pekerja agar mampu mencapai kemandirian ekonomi di luar sektor industri rokok.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja melalui diversifikasi keahlian di bidang kuliner. “Kami ingin para karyawan industri tembakau memiliki kemandirian ekonomi melalui keterampilan praktis ini, sehingga mereka bisa membuka peluang usaha mandiri di rumah masing-masing guna menambah penghasilan keluarga,” ujar salah satu perwakilan penyelenggara dari Pemkot Malang di sela-sela kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik meracik berbagai jenis minuman yang tengah tren, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga strategi pengemasan yang menarik minat pasar. Inisiatif ini juga didanai melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para buruh pabrik rokok dapat bertransformasi menjadi wirausaha baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi lokal di Kota Malang. Selain mengurangi ketergantungan pada satu mata pencaharian, program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

