KUPANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi darurat bagi para korban terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Langkah strategis ini diambil guna memastikan ketersediaan air bersih dan fasilitas pembuangan limbah yang layak bagi masyarakat di titik-titik pengungsian pascabencana.
Pihak kementerian menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mencegah timbulnya masalah kesehatan baru akibat sanitasi yang buruk di lokasi pengungsian. “Kami mengerahkan tim teknis untuk segera memasang hidran umum dan toilet portabel di lokasi terdampak agar kesehatan serta kebersihan warga pengungsi tetap terjaga selama masa tanggap darurat ini,” ujar perwakilan tim tanggap darurat Kementerian PU dalam keterangan resminya.
Selain fokus pada sanitasi, Kementerian PU juga mulai melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur publik lainnya seperti akses jalan dan jembatan yang retak akibat guncangan hebat tersebut. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi bantuan logistik dan pemulihan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah pelosok NTT yang terdampak gempa.

